Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Perjuangan Dalam Perjalanan Hidup

Jika kau tahu, di tebing yang curam ini aku sanggup bertahan tuk tak terjatuh
Di sungai yang seakan ingin melahapku dan menenggelamkanku, aku masih sanggup berdiri tegak menembus angin

Rindu Allah

ketika aku tak bisa lagi berkata-kata
aku hanya akan menulisnya
mencoba mengerti apa yang aku tulis
aku juga hanya bisa menangis untuk saat itu
tanganku gemetar,
sebenarnya lemah untuk menulis
penglihatanku kabur, karena air mata yang bercucuran
saat itu hatiku sedang kacau
tapi Allah tahu..
Allah membiarkan apa mauku
Allah tahu aku sangat merindukan-Nya

by : Aulia Rena

Ibu, Pemilik Hatiku

tatapan matamu yang tajam
senyumanmu yang lembut
seakan melumpuhkan hati dan jiwaku
kau mengubah semua pandanganku tentang arti kehidupan
kehidupan yang harus dijalani dengan usaha keras
semua tutur katamu seolah benar-benar akan terjadi
di kehidupanku yang kian rumit
memberi pengertian pada jalan pikiran yang salah ini
terimakasih ibu...
atas apa yang kau berikan padaku
kau pujaan dalam hati ini, pemilik hati yang tulus

by : Aulia Rena

Story of Violinist

Pada suatu waktu (sekitar tahun 1994)di daerah yang bernama Daisy ST hiduplah seorang  ibu dan anak perempuannya bernama Maya. Ia adalah seorang pelajar di Senior High School of Daisy, ia pintar tidak dalam bidang akademik saja namun juga bidang non-akademik yaitu sebagai pemain biola dari orkestra kecil di sekolahnya. Biola yang ia pakai adalah pemberian dari sang Ibu. Walaupun sudah cukup tua, ia tetap memakainya dan merawat biola tersebut dengan baik.

Balada Sang Pelajar

Disana, di sebuah kota kecil, dia berjalan menyusuri ilmu yang harus ia dapatkan tuk bisa lanjutkan hidup. Hidup yang lebih layak dari masa ini. Sumber ilmu yang selalu ia bawa, kan menuntunnya tuk tahu akan sikap yang sepatutnya bagi seorang pencari ilmu.

Jejak Langkah Menuju Pulau Laut

Pagi mulai menyapa, membawa senyuman dengan kehangatan, kicau burung mewakili berawalnya kehidupan. Hari ini, hari minggu seperti biasa bangun pagi, namun kali ini  aneh, karena aku belum bangun sampai pukul 05.30,  kemungkinan  ini efek dari tidur sampai larut malam untuk menonton acara favoritku dengan tujuan refreshing, karena  aku telah menyelesaikan ujian nasional jenjang SD.

Kakekku...


Kakek......
Sungguh ku tak percaya
Kau yang tua, yang tak dapat mendengar suara-suara di sekitar dengan jelas
Namun sampai saat ini kau masih jadi yang terbaik untukku

Suara Hatiku Pada-Mu


Walau hanya sedikit kata yang terucap di bibirku 
Kau pasti tahu keinginanku yang sesungguhnya 
Kau tak dapat tergantikan oleh siapapun 
Hanya engkau yang sanggup menenangkan jiwaku 
Ku tak sanggup bila tak ada dirimu 
Wahai Tuhanku, dengarlah bisikan dari hatiku 
Ku ingin engkau selalu menjadikan diriku 
Sebagai pengikutmu yang memiliki iman kuat 
Jadikanlah diriku manusia yang lebih baik 
Dan satu pintaku, bahagiakanlah semua orang 
Yang engkau anggap kebahagiaan itu pantas mereka miliki 
Serta jagalah orang-orang yang kucinta... 
Suara hatiku ini, suara yang paling jujur sepanjang kehidupanku 

 Original Written by Aulia Rena

featured-content

About


Dikutip dari: http://ade-tea.blogspot.com/2011/12/widget-clock-islami-allahuakbar.html#ixzz2qSiGQjX7
Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

Followers

Become a Fan

http://www.free-counter-plus.com

Translate